Biker Motor Matic Perhatikan Detail Ini

Salah satu alasan mengapa varian motor matik begitu laris di Indonesia adalah alasan kepraktisan, dimana motor matik tinggal gas dan tarik tuas rem saja, tanpa perlu repot repot memasukkan gigi transmisi. Namun ada hal yang perlu diperhatikan jika memang otolover menggunakan motor matik untuk harian, khususnya melewati kemacetan.

Jangan dibiasakan menarik rem ketika bukaan gas masih besar, kebanyakan orang pilih mudahnya, dengan menekan rem ketika berhenti padahal bukaan gas masih besar, kemudian saat jalan tinggal lepas rem tanpa narik gas lagi. Hal ini ternyata akan berdampak buruk pada motor matik otolovers karena motor akan cepat rusak.

Karena bagian yang paling “disiksa” ketika putaran mesin tinggi tetapi motor dalam keadaan berhenti atau tertahan rem adalah koplingnya. Kampas kopling dan rumah clutch kopling akan cepat panas, dan bisa terbakar jika dilakukan dalam waktu yang lama. Jika sudah demikian sudah pasti harus mengganti kedua part diatas.

BACA  Modifikasi Kawasaki KR-1S Menggunakan Mesin Suzuki SV650

Tentu akan menjadi hal yang menyebalkan bukan jika terjadi demikian? Apalagi karena gara-gara masalah sepele kita jadi rugi waktu dan uang tentunya. Baiknya saat mengendarai motor matik jangan suka menekan rem tanpa mengurangi bukaan gas, matik beda dengan motor berkopling manual yang bisa bebas menarik gas dan rem bersamaan.