Cara Kerja Transmisi Otomatis

Sebelum artikel ini membahas tentang cara kerja transmisi otomatis lebih baik  mengetahui terlebih dahulu tentang transmisi itu sendiri. Transmisi merupakan salah satu sistem yang bisa Anda temukan pada semua jenis kendaraan, khususnya pada motor dan juga mobil. Secara singkat, transmisi adalah sistem pemindah tenaga yang dihasilkan oleh mesin kendaraan ke poros axle, sehingga dapat membuat roda kendaraan bisa berputar dan tentunya juga dapat menggerakkan kendaraan.

Sistem transmisi memang sangat penting untuk sebuah kendaraan. Karena dengan adanya sistem tersebut kendaraan Anda dapat melaju dengan kecepatan yang Anda inginkan di jalan. Lebih dari itu sistem transmisi berfungsi sebagai pengatur perbedaan putaran pada mesin dan juga putaran poros yang dikeluarkan oleh sistem transmisi.

Adanya pengaturan tersebut ditujukan untuk membuat laju kendaraan Anda bisa bergerak sesuai dengan kecepatan dan beban kendaraan. Pada sistem transmisi terdapat beberapa part atau komponen pendukung yang dapat membuat sistem transmisi ini bisa berfungsi dengan maksimal. Diantaranya sebagai berikut, shift fork, input shaft, output shaft, synchronizer ring, hub sleeve, main bearing, reverse gear, extension housting, counter gear, gigi percepatan dan juga transmission case.

BACA  Perbandingan Fitur New V Ixion VS CB150R

Secara umum sistem transmisi bisa dibedakan menjadi 2, yaitu transmisi manual dan juga transmisi otomatis. Transmisi manual bisa ditemukan pada motor dan mobil yang mempunyai tuas kopling. Sedangkan transmisi otomatis dapat di jumpai pada motor dan mobil matic.

Secara keseluruhan kerjanya kendaraan dengan transmisi otomatis ternyata lebih digemari karena penggunaannya lebih mudah dan tidak ribet jika dibandingkan dengan transmisi manual. Tidak adanya pedal kopling pada transmisi manual membuatnya lebih unggul daripada transmisi manual. Selain itu, transmisi otomatis juga memiliki perpindahan kecepatan yang lebih halus dibandingkan transmisi manual sehingga membuat pengguna lebih nyaman.

Cara Kerja Transmisi Otomatis

Walaupun begitu fakta mengatakan bahwa  meski sudah sering menggunakan kendaraan bertransmisi otomatis sehari-hari, pengetahuan masyarakat tentang cara kerja transmisi otomatis masih minim. Bagi Anda yang memiliki kendaraan bertransmisi otomatis. maka Anda harus mengetahui cara kerja transmisi otomatis pada kendaraan Anda tersebut. Karena jika Anda mengetahui serta memahami cara kerjanya, maka Anda akan lebih mudah untuk mencari solusi jika terjadi masalah pada sistem transmisi tersebut.

BACA  Modifikasi Kawasaki KR-1S Menggunakan Mesin Suzuki SV650

Berikut penjelasan mengenai cara kerja transmisi otomatis. Pertama, sistem transmisi otomatis planetary gear yang memiliki fungsi sama seperti pada gigi-gigi rasio dalam sistem transmisi manual. Planetary gear berfungsi untuk untuk mengubah rasio putaran turbin pada roda sehingga mirip dengan tuas persneling yang dipakai untuk mengubah gigi transmisi pada mobil transmisi manual.

Sistem kerja transmisi otomatis planetary gear ini hanya memiliki satu buah roda gigi yang di sekelilingnya terdapat banyak roda gigi kecil. Pada bagian rumah planetary yang terdapat gigi di bagian dalamnya. Untuk bisa mengubah rasio pada planetary gear, Anda bisa menggunakan cara hidrolik yang merupakan kinerja dari valve body.

BACA  Daftar Merk Oli Untuk Motor Matic Honda Vario 125

Kedua, sistem transmisi otomatis bermula dari torque converter. Torque conventer ini berfungsi sebagai kopling mekanikal yang mentransferkan torsi pada mekanisme pompa dan turbin. Pada saat transmisi otomatis berjalan, baling-baling yang terkopel di mesin berputar agar oli transmisi dapat terpompa pada ruangan tertutup.

Tekanan oli inilah yang dipakai untuk mendorong turbin sehingga sistem ini menghasilkan peningkatan torsi pada turbin, sehingga RPM mesin mengalami peningkatan.