Efek Transmisi Mobil Matic Overheat, Kampas Kopling Gosong hingga Oli Menguap!

Jenis mobil matic semakin banyak beredar di pasaran Indonesia. Bagi para pengendara yang memiliki mobil dengan transmisi matic ada beberapa hal yang perlu diwaspadai.

Mobil dengan transmisi matic yang banyak beredar yakni tipe konvensional yakni torque converter dan Continous Variable Transmission (CVT).

Beberapa hal yang harus menjadi perhatian dari transmisi matic yakni overheat atau panas berlebih yang bisa terjadi saat mobil berada dalam kondisi ekstrem. Hal itu sangat berbahaya untuk mobil dengan jenis transmisi matic.

Transmisi matic yang mengalami panas berlebih atau overheat bakal merusak komponen lainnya. Salah satu komponen yang ikut terancam saat transmisi matic mengalami panas berlebih yakni bagian kampas kopling. Hal itu dikarenakan transmisi matic masih menggunakan kampas kopling khusus.

Jika mengalami overheat maka kampas kopling bisa gosong dan mengalami slip dan bakal Anda rasakan yakni mobil akan berjalan pada putaran mesin yang tinggi. Selain itu, lari mobil juga akan terasa lebih berat imbas transmisi matic yang rusak.

Oli transmisi matic juga akan menguap dan berkurang sehingga mempengaruhi pelumasan komponen yang akan saling bergesekan satu sama lain. Nantinya jika terus dibiarkan maka bagian gir dan dan bearing yang aus akan rusak.

BACA  Kredit Sepeda Motor Honda PCX Tangerang

Apa yang Harus Dilakukan Jika Transmisi Matic Overheat?

Saat transmisi matic mengalami overheat atau panas berlebih, maka indikator dengan logo termometer di bagian tengah gir akan berwarna kuning atau layar panel MID bakal memberikan peringatan. Namun Anda tidak boleh panik saat transmisi matic mobil Anda mengalami panas berlebih.

Pertama-tama yang Anda bisa lakukan ialah menepikan kendaraan di tempat yang aman dan berhentilah sejenak. Alih-alih mematikan, tetap nyalakan mesin mobil, namun dengan posisi tuas transmisi di P. Mesin dibiarkan menyala agar oli transmisi tetap bersirkulasi dan masuk ke dalam sistem pendinginan.

Sementara itu dalam posisi girboks disengage maka oli transmisi tidak akan menghasilkan tekanan yang besar untuk menggerakan girboks yang bisa menciptakan suhu tinggi. Setelahnya saat oli transmisi bersirkulasi melalui sistem pendinginan, suhu transmisi perlahan akan turun.

Selanjutnya biarkan mobil dalam posisi idle selama kurang lebih lima hingga 10 menit atau sampai indikator transmisi overheat mati.

BACA  Cara Hilangkan Noda Bekas Stiker Pada Kendaraan

Kunci yang terpenting ialah jangan panik dan tetap ikuti langkah-langkah di atas saat transmisi mobil matik overheat, maka Anda bisa mencegah mobil mengalami kerusakan yang lebih parah.

Penyebab Transmisi Matic Overheat

Sudah disinggung di atas jika salah satu penyebab dari transmisi matic yang mengalami overheat yakni karena mobil berada dalam suatu kondisi ekstrem.

Selain itu, perilaku pengendara mobil juga bisa menjadi penyebab transmisi matic mengalami panas berlebih, salah satunya yakni kebiasaan pengemudi menginjak pedal gas saat di berada di tanjakan untuk menjaga posisi mobil.

Menahan mobil dengan menginjak pedal gas akan membuat putaran mesin meningkat ketika posisi diam. Secara bersamaan, tekanan oli akan ikut meningkat untuk menekan clutch namun karena mekanikal girboks tidak bergerak maka yang terjadi ialah penumpukan tekanan yang akan memicu panas berlebih.

Selain itu, kebiasaan buruk lain pengendara yang kerap memaksa mobil untuk terus berjalan tanpa henti juga bisa menjadi penyebab transmisi matic mengalami overheat. Sama seperti mesin, saat transmisi terus berjalan maka akan menghasilkan panas dari friksi komponen.

BACA  KREDIT MOTOR HONDA RAMADHAN

Oli transmisi juga perlu diistirahatkan agar tidak mengalami panas berlebih. Selanjutnya, sirkulasi oli terus terjadi namun karena oli bersirkulasi tanpa henti maka malah tidak mampu meredam panas dan mempercepat usia pakai oli transmisi.

Apalagi jika oli transmisi jarang dicek maka tekanan oli bisa saja lemah sehingga membuat perpindahan gigi menjadi slip dan bisa menyebabkan jebol karena kurangnya pelumasan dan juga karena oli yang sudah jenuh.

Salah satu cara untuk menjaga transmisi mobil matic agar awet yakni melakukan pergantian oli transmisi secara teratur dan bisa dilakukan berdasarkan hitungan jarak tempuh atau lama penggunaan mobil. Selain itu, saat mengganti oli pastikan kualitas dari oli tersebut dan jangan sampai menggunakan oli dengan kualitas buruk.