Motor Pertama Dengan Rem Cakram di Tahun 1950

Rem menjadi piranti utama untuk mengurangi laju sepeda motor. Menurut spesifikasi, rem sepeda motor dibagi menjadi dua, tromol dan disk. Motor-motor keluaran terkini saat ini telah meninggalkan sistem rem teromol dan beralih ke rem cakram. Namun asal tahu saja, teknologi rem cakram rupanya telah ada dan dioptimalkan semenjak tahun 1950-an.

Mengabarkannya dari website Drive Spark, teknologi rem cakram kali pertama dipakai pada medio 1950-an untuk kendaraan beroda empat balap. Pada 1962 rem cakram kemudian dipakai di industri sepeda motor. Lambretta TV175 Series 3 menjadi sepeda motor pertama yang mengaplikasikan sistem rem cakram.

Selanjutnya pada 1975 rem cakram juga dipakai pada motor sport besutan Honda, CB750 Four. Honda CB750 Four jadi motor massal pertama yang mengaplikasikan rem cakram di roda depan dan belakang.

BACA  KREDIT MOTOR HONDA RAMADHAN

Mengutip dari website Honda Global, prototipe Honda CB750 Four awalnya ditawarkan dalam dua alternatif spesifikasi rem yaitu teromol dan cakram. Kemudian bos Honda, Soichiro Honda, dengan mantap memilih rem cakram untuk produk massal CB750 Four.

“Kami merancang dua spesifikasi terpisah dengan sistem pengereman berbeda. Satu mengaplikasikan rem teromol konvensional dan satu lagi mengaplikasikan rem cakram. Dari keduanya, rem cakram baru-baru ini dioptimalkan, sehingga akan memerlukan lebih banyak waktu pengujian. Sekiranya mengadopsi rem cakram kami tak yakin kami dapat memecahkan target pelaksanaan” bilang penanggung jawab proyek Honda CB750 Four, Yoshiro Harada.

“Ya, tentu saja kita semestinya mengaplikasikan rem cakram” kata Soichiro Honda menanggapi pertanyaan Harada.

BACA  Transmisi Matik Konvensional

Dibanding rem teromol, rem cakram memiliki sejumlah keunggulan. Antara lain memiliki tingkat pengereman lebih pakem dan lebih menggigit, rem cakram juga tak kencang panas sebab posisinya yang berlokasi di luar. Selain itu, rem cakram mudah perawatannya dan harga suku cadangnya diklaim lebih relatif murah.

Lambretta kembali berlabuh di Indonesia lewat PT Brum Brum, dibawah naungan PT Scooter Motor Indonesia (SMI) selaku authorized distributor.

Berkaitan dengan hal hal yang demikian, CEO PT Brum Brum (induk perusahaan PT SMI), Ade Sulistioputra tak merasa akan mencaplok pengguna skuter Vespa, menurutnya ketidakhadiran Lambretta dapat memberi warna baru bagi masyarakat Indonesia.

“Memang orang punya alternatif masing-masing, kita yakin bahwa kadang-kadang apakah dari cc, format, maupun brand. Paling tak kini kita hadir di market memberikan alternatif yang lebih banyak, alternatif yang berbeda, masalah itu lebih bagus apa tak we let consumer decide” ujar Ade di Diler Lambretta, Jalan Ampera, Jakarta Selatan.

BACA  VW Golf MK7 Glow In The Dark