Transmisi Matik Konvensional

Transmisi matik ini saat ini sedang menjadi perhatian, karena transmisi manual mulai sedikit ditinggalkan oleh para pengguna maupun produsen, khususnya produsen Eropa.

Transmisi matik konvensional sendiri sebenarnya masih punya gearbox dengan gigi perseneling 1, 2, 3, 4, dan seterusnya layaknya mobil bertransmisi manual. Tetapi bedanya ketika memindahkan gigi perseneling tanpa perlu menginjak kopling, sehingga pengemudi lebih mudah dalam mengendarai mobil, khususnya bagi pengemudi pemula yang masih kikuk dengan penggunaan kopling.

Didalam gearbox mobil bertransmisi matik konvensional ini terdapat fluid atau oli yang terdapat diantara kopling yang menyebabkan mesin mobil tetap hidup walau dalam gigi masuk 1 atau lebih. Pompa oli akan bekerja memindahkan gigi ke posisi yang diperlukan yang disesuaikan dengan keadaan torsi mobil saat itu.

Prinsipnya, pompa oli tersebut akan bekerja secara otomatis melalui perintah dari komputer mobil, nantinya sensor yang diberikan dari computer elektrik tersebut akan member perintah kapan oli harus masuk dan memutar torque coverter (turbin) untuk memindahkan tenaga. Sebenarnya sistem ini mirip kopling ganda yang biasanya digunakan oleh sepeda motor bebek 4 tak, seperti supra, karisma, Jupiter, vega, smash, dan lain sebagainya.

Kelemahan transmisi matik konvensional ini adalah tarikannya kurang responsive jika dibandingkan dengan mobil bertransmisi manual. Selain itu perawatan mobil bertransmisi matik lebih rumit karena banyaknya sistem yang terdapat dalam transmisi matik. Namun dibalik kelemahan tersbut tentunya mengendarai mobil bertransmisi matik akan lebih mudah, apalagi jika digunakan dalam kemacetan, kaki tidak akan pegal injak kopling.

BACA  Keunggulan yang Dimiliki Motor Honda CBR 250 RR